"Dunia dalam pandemi memang tak enak. Banyak hal yang harus
kita lakukan, namun terhalang olehnya. Tapi semua itu bukanlah apa". Masih
banyak sesuatu yang kadang membuat kadang kita merasa tak bisa. Merasa kita tak
mampu. Apalagi beban dsn keadaan yang tak mendukung serasa ingin membuat kita
harus matu saat ini.
Hay kawanku, hidupmu tak sesempit daun kelor kawan. Aku tahu
kesusahan dan kebosanan selalu melanda. Namun semua itu akan mampu kau atasi
jika kau telah menjiwai apa yang harus kau lakukan, so ikutlah seminar kali ini
untuk menjadi wadah diskusi permsalahkanmu" (Sebuah Pengantar Moderator)
PEMATERI
Pengantar
Malam
ini bolehkan saya menyapa hatimu? Apa
yang sedang kau pikirkan? Apa yang sedang kau resahkan? Apa yang sedang kau
inginkan? Apa kau butuh pelukan, nasehat atau sekedar ditenangkan bahwa engkau
akan baik baik saja?
Semoga
apapun keadaan nya. Kita semua dalam lindungan Allah..
Sebenarnya
kita sudah paham akan dampak dari pandemi ini.
Karena sistem yang berubah maka semua hal juga berubah, terutama semua
kegiatan yang dilakukan di dalam rumah. Jadi bikin males, stress, gak tau harus
ngapain, bertanya tanya kapan akan semu ini akan berkahir? Sebenarnya semua
yang dirasakan itu adalah sangat dan
sangat wajar. Bukan hanya anda yg merasakan tp sebagian besar orang juga
merasakannya.
Nah
untuk menjawab gundah gulana dari semua pertanyaan pertanyaan itu bahkan yang
membuat kita sering merasakan tidak nyaman.
INTI
Ada
2 hal penting yang perlu kita lakukan agar tehindar atau membuat kita menjalani
aktivitas secara tenang dalam kondisi apapun.
Meliputi
:
1.
Menjaga kesehatan mental
Setiap
dari kita perlu menjaga kesehatan
mental kita ditengah pandemi seperti
ini. Lalu sebenarnya gimana sih orang yang sehat secara mental? Org yg sehat secara mental bukan dia yang sama
sekali gak punya masalah trs bahagiaa terus hidupnya tp dia yang bisa menejemen
stress yang dia alami.
Hal
pertama yang perlu dilakukan saat diri sudah merasa gundah, resah, sumpek dan
bingung adalah sadari apa yang terjadi dan mencari penyebabnya . Sering kali
orang merasakan bahwa hidupnya sedang tidak baik baik saja namun ndak tau apa
penyebab nya. its the problem. Sadari apa penyebabnya, perlu merenung dan
"take a breath" untuk mencari tau apa penyebab sesungguhnya diri
merasa gundah. Jika sudah menemukan jawaban dari penyebab maka hal yang
dilakukan adalah mencari solusi dari masalah dengan disesuaikan dgn kepribadian
diri kita masing-masing.
Misalkan
saja saat pandemi spt ini. Kenapa aku merasa bosan dan selalu muncul pemikiran
negatif?
Karena
manusia itu makhluk dinamis dan psikologisnya juga dinamis. Manusia harus punya
sesuatu yg dipikirkan atau dikerjakan untuk menjaga tetap dinamis. Ketika WFH
banyak aktivitas berhenti lalu pikiran juga gak mikirin apa apa, bosen, jenuh,
manusia akan nyari sesuatu untuk dipikirkan atau dikerjain.
Lalu
bagaimana solusinya? Bisa dengan membuat plan, dengan berolahraga, melakukan
hobi, tidur yang cukup, masak atau hal lain untuk dipikirkan dan dikerjakan
atau disibukkan dengan hal positif sudah pasti kita disibukkan dengan hal
negatif.Jadi mau pilih yang mana?
Selain plan dan diatas ada hal lain
yang perlu dilakukan adalah merubah persepsi terhadap kehidupan.
Persepsi dalam kehidupan berpengaruh besar terhadap cara kita menjalani hari
hari. Cara pandang bagaimana bahagia itu? Kenapa aku tidak bahagia? Kapan
terkahir kali aku bahagia?
Sadari
bahwa yang terjadi saat ini bukan hanya anda yang merasakannya tp semua orang.Sadari
bahwa semua akan berjalan apapun yg terjadi. Dan ingat lagi apa tujuan hidup
ini Ada suatu jalan yang biasa ditempuh saat mengalami guncangan dalam hidup
yaitu kembali pada Allah.
Merefleksi
kembali apa sebenarnya tujuan hidup ini.
Apakah
Allah menciptakan manusia tanpa tujuan? Tidak.
Allah
mesti memiliki tujuan tertentu mengapa engkau diciptakan. Pertanyaannya,
sudahkah kau menemukan apa tujuan Allah menciptakanmu?
Diantara
yang disebut kan Al Qur'an ada 4 tujuan Allah menciptakan manusia yaitu untuk
Ibadah, Imarah (pemakmur bumi) kholifah fil ard ( membuat manusia damai dan
alam lestari) dan Imama (memimpin orang
yg tunduk akan panggilanNya dan melakukan ibadah hanya padaNya.)
Pernah suatu ketika saya merasa gundah resah dan sumpek saat
pandemi ini. Lalu ada sebuah masalah dalam hidup saya yg membuat hati gak
tenang, was was dan hampir setiap sholat saya menangis dan saya terus berdoa tp
hati saya ttp gk tenang. Saya nggak tau apa yang terjadi dgn saya. Akhirnya
saya kasih waktu diri saya sejenak berpikir dan merefleksi lagi apa yang
terjadi. Menggunakan akal rasional untuk berpikir. Setelah berpikir bahwa apa
yang ada pada diri kita saat ini dan mengapa begini itu pasti ada alasannya.
Allah punya maksud tertentu mengapa saya merasakan ini. Dana akhirnya saya
berdoa dgn penuh pasrah dan ikhlas hanya saya dan Allah dan yakin
seyakin-yakinnya bahwa yang terjadi pada saya adalah hadiah terindah. Lalu
fokus untuk membahagiakan diri saya. Selain itu selalu ingat bahwa tujuan kita
hidup adalah mati. Perbanyak bekal. Karena
kita semua pasti kembali, bedanya kita kembali mulia atau sia-sia. Saya
merasa mendapat ketenangan setelah berdamai dengan diri saya, menyibukkan diri
dengan hal positif dan kembali pada Allah. Itu adalah nikmat luar biasa.
2.
Self acceptence
Kenapa
perlu untuk membahas self acceptence? Sebab self acceptence merupakan sebuah
kunci utama untuk menyelesaikan berbagai konflik.Sebuah cara pandang bagaimana
seseorang menerima diri apa adanya, memperlakukan diri dengan baik serta rasa
senang dan bangga sembari terus mengusahakan kemajuan. Jika diri mampu merima
secara utuh maka seseorang akan terus berupaya mengusahan kemajuan untuk
dirinya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat menerima diri yaitu sadar dan kemauan tentang keadaan diri saat
ini, baik fisik maupun psikis. Selain
itu perlu juga menerima kekurangan tanpa ada kekecewaan dalam diri. Nah nah
terus gimana tuh ciri ciri org yang telah menerima diri sendiri:
1.
Menerima diri sendiri dengan jujur dan apa adanya
2.
Merasa senang dengan diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain
3.
Tidak menolak kelemahan dan kekurangan diri. Baik yang dulu maupun sekarang.
4.
Tidak membenci diri. Ketika bebas dari perasaan negatif tentang diri sendiri.
5.
Memiliki keyakinan untuk mencintai diri sendiri tanpa harus dicintai atau
dihargai oleh orang lain
6.
Memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh diri sendiri.
7.
Menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
8.
Menghargai dan mengapresiasi apa yg telah kita capai.
“Pertanyaan
nya sudahkah saya menerima diri saya sendiri?”
Teori
Miror
on the wall
Dalam keadaan diri paling jelek (bangun tidur)
silahkan berdiri di kaca kemudian lakukan analisi diri. Lalu apapun yang anda
pikirkan tentang fisik terima semuanya. Misal : "kok tambah jerawat
ya", "kok tambah item ya" " ih aku puithan dikit yak"
dsb itu hal yang berkaitan dgn fisik. Setelah itu selesai masuk kepada hal yang
berkualitas dgn jiwa. Apa yang anda rasakan. Visualisasikan jika anda merasa sedih, kesal, marah semua
ungkapkan dan bayangkan di pojok ada diri anda yang sedang menangis tersimpuh.
Lalu peluk diri anda sendiri sembari di "puk puk". Tolonglah diri
anda yang bersedih tadi, beri sugesti yang baik setelah mengeluarkan semua apa
yang dirasakan. "Gpp semua akam baik-baik saja" "kamu
hebat" kamu kuat" "ayok bahagia yok". Perlu berulang ulang
untuk melakukannya sampai diri benar benar merasa baikan.. minum obat untuk
fisik aja kan biasanya 3 kali sehari yak😁😁 nah untuk jiwa juga.. ndak bisa instan hehe
Silent
the tombol critic
Matikan
tombol kritik yang ada di diri kita. Hal ini bisa dilakukan dgn stop
membanding-bandingkan diri ini dgn orang lain. Apalagi yang di lihat sosial
media. "Ih kok dia udh gini aku kok enggak ya" "dia hebat
ya". Hal tersebut malah menjadikan diri semakin terpuruk. Maka lebih baik
fokus pada kelebihan diri sendiri. Suatu ketika saya juga pernah merasakannya.
Lalu melihat sebuah tulisan bahwa ada salah seorang sahabat yang kata Nabi
Muhammad dijamin masuk surga. Lalu sahabat yg lain penasaran tentang amalan
orang tsb. Namun ketika ditelusuri amalannya hanya biasa saja spt kebanyakan
orang. Tapi dia berkata "amalanku tidaklah lebih dari apa yang engkau
lihat, hanya saja aku tidak pernah merasa iri atau dengki atas karunia Allah
yang diberikan kepada hamba yang lain"
Ada
juga nasehat Hasan Al Basri tentang rahasia zuhudnya. Salah satu jawabannya
adalah "aku tahu rejeki ku tidak akan diambil orang lain, maka itu aku
sibuk beramal sholeh" dan "hari yang paling aku sesali adalah apabila
dari pagi hingga malam amalku tidak bertambah sedangkan aku tahu umurku selalu
berkurang"
Welcoming
Failure
Menyiapkan
ruang untuk kegagalan adalah sangat perlu, karena di dunia ini nggak ada yg
pasti. Jika keinginan kita diibaratkan 100% maka siapkan 10% atau 20% porsi
untuk gagal. Optimis itu perlu namun juga harus realistis. Ikhtiar dahulu
tawakal kemudian
Speak
to the wise self
Setiap
diri manusia memiliki "sisi bijak". Jika merasa down, sedih, terluka kesal. Maka
visualisasikan si bijak ini. Biarkan
dia menasehati diri anda dan terima nasehat itu secara rasional.
Pernah
suatu ketika saya pusing sama skripsi yang adaaaa aja hambatannya, pas
kepikiran banget tetiba ada jiwa lain dalam diri saya yang menasehati "hei
pin, semua org tu punya hambatan masing2 saat skripsi. Gak cuma kamu orang lain
juga ngerasain kalo halooo.. Jadi santai aja lah... Penting kerjain dan jangan
stuck.. oke!"
Habis
tu udah gak mikir lagi hambatan2 nya pokoknya terjang dan lalui. Semua pasti
akan berkahir hehehe. Itu juga yg disebut "sisi bijak"
Set
the support system
Lingkungan
memang sangat berpengaruh bagi diri. Maka dari itu untuk menjadi lebih baik dan
menerima diri apa adanya sangat dianjurkan untuk memilih lingkungan yang
mendukung. Selain itu juga sangat perlu untuk menjalin relasi positif dengan
lingkungan sekitar.
Itu
dia, bisa dipraktekkan ya :D
