Jumat, 24 Juni 2022

Lomba Puisi Nasional 2022



 Assalamualaikum Wr Wb.

🎊 Hay teman-teman semuanya. 

Gimana liburannya? Udah senang bukan? Atau malah bingung  mau ngapain? Daripada bingung atau hanya kegiatan healing saja, yuk ikuti kegiatan Lomba Menulis Puisi Nasional 2022 yang diadakan oleh "Gubuk Inspirasi Indonesia". Hadiahnya banyak lo! Mulai dari piala, sertifikat, uang tunai dan berbagai hadiah menarik lainnya. Termasuk gratis mengikuti segala event webinar dan seminar yang diadakan oleh Gubuk Inspirasi Indonesia. 

TEMA : UMUM

Syarat :

- Terbuka untuk umum segala usia

- Peserta Individu/Kelompok

- Maksimal 5 karya ( 1karya/10k, 3karya/25k, 5karya/35k)


Pembayaran

BANK BRI (1662-01-005824-50-3) *Ali xxx


Pengiriman

Via link atau Via WA CP.

Link : https://forms.gle/CVXBUwHqtRTuVumn6 

Cp : 0882-0093-32044 (Al)


ALUR IKUT LOMBA : Buatlah Puisi di word, Bayar, Kirim di link diatas atau cp.

HADIAH

Juara 1 -3

Piala, Setifikat Cetak dan Uang Tunai, Puisi di simpan di website dan E-Book

Juara harapan 1 – 3

Piala, sertifikat cetak, Puisi di simpan di website dan E-Book

20 Terbaik, 50 Terbaik dan 100 Terbaik

E-Certifikat, Puisi di simpan di website dan E-Book

Semua Peserta

E-Certifikat, Puisi di simpan di website dan E-Book


Nb : Bagi Peserta Gratis Mengikuti Webinar dan Seminar Gubuk Inpirasi Indonesia. 


DEADLINE

PENDAFTARAN, PEMBAYARAN DAN PENGUMPULAN

31 Juli 2022


Yuk segera ikuti dan jangan menunggu ya. Terimakasih


Wassalamualaikum Wr Wb

Supported: 

- Komunitas Sharing Karya 

- Komunitas Sharing Karya Madura

- LP3AH PP Anwarul Huda Malang

- Bimbel BPSO (Skripsi, Jurnal dll)

- Beta Aksara

- Beta Muroqi

- Aksara IMABA

- Komunitas Teman Aksara

- Komunitas Pecinta Al-Quran Malang

- Olahkata.com

- Pusat Informasi

Senin, 20 Juni 2022

STUNTING - OPTIMALISASI PERAN POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

 


OPTIMALISASI PERAN POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

Oleh: Khoirus Sahro

https://siapbahagia.com/stunting “Stunting”

            Pada tahun 2022, Jawa Timur tercatatat sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevelansi stunting tertinggi di Indonesia. Di Jawa Timur angka stunting masih menduduki 23,5% yang terbilang masih tinggi. Jika dibandingkan dengan angka stunting nasional yang mencapai 27,6%, provinsi jawa timur memiliki angka stunting lebih rendah. Dengan demikian, Hasto Wardoyo selaku kepala BKKBN mengatakan jika Provinsi Jawa Timur dijadikan sebagai kontributor utama dalam upaya penurunan stunting secara nasional. Dalam hal ini salah satu usaha yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Timur yakni dengan pengoptimalisasian peran posyandu.

            Stunting merupakan suatu gangguan yang terjadi pada pertumbuhan anak, gangguan tersebut adalah tinggi badan anak pendek (kerdil) atau lebih rendah yang ditinjau dari standar usianya atau standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006. Stunting dapat dikatakan sebagai kondisi yang serius saat anak tidak mendapatkan asupan makanan yang bergizi dalam waktu yang tepat dan dalam jangka waktu yang lama. (Tim Indonesiabaik.id 2019). Biasanya balita yang terkena stunting tidak mendapatkan asupan makanan yang bergizi sejak dalam kandungan dan masa awal setelah bayi dilahirkan. Namun, anak yang terkena stunting akan terlihat saat balita berusia 2 tahun.

            Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi, stunting tidak hanya disebabkan karena faktor gizi buruk yang dialami oleh balita maupun ibu hamil. Selain faktor tersebut ada beberapa faktor yang meneyebabkan stunting, adalah: 1. Praktek pola asuh yang tidak baik, 2. Minimnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC, Post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas, 3. Terbatasnya akses air bersih dan sanitasi  (Abarca 2021), 4. Status ekonomi, 5. Faktor genetic, 6. Jarak kelahiran, 7. Anemia pada Ibu, 8.Defisiensi  zat gizi (Candra MKes(Epid) 2020)

Adapun ciri-ciri stunting, yakni: tumbuh kembang anak yang melambat, pada usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam dan tidak banyak melakukan eye kontak, wajah si anak terlihat lebih muda dari usianya, dan proses pubertas yang melambat.

 Terdapat dampak jangka panjang dan jangka pendek pada stunting. Dampak jangka panjangnya yaitu prestasi anak dan kemampuan kognitif anak menurun, anak mudah sakit karena kekebalan tubuhnya menurun, memiliki resiko yang tinggi, munculnya berbagai penyakit, yakni: penyakit diabetes, stroke, penyakit jantung dan pembuluh darah, obesitas, dan juga disabilitas atau keterbatasan pada usia tua. Nah, untuk dampak jangka pendeknya antara lain kecerdasan anak berkurang, metabolism dalam tubuh anak mengalami gangguan, perkembangan otaknya terganggu, dan juga pertumbuhan fisik pada anak juga mengalami gangguan.(Tim Indonesiabaik.id 2019)

Lalu, apakah stunting dapat dicegah? Dan bagaimana upaya untuk pencegahan stunting? Tentu saja, terdapat banyak upaya untuk mencegah stunting, stunting dapat dicegah dengan cara:  1 Melakukan perbaikan terhadap pola makan dengan cara pemenuhan asupan gizi seimbang ibu mulai dari masa pra konsepsi (pembuahan) hingga masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yakni ketika bayi berusia 2 tahun 2 Perbaikan pola asuh 3 Perbaikan akses air bersih dan sanitasi 4 Mempersiapkan pernikahan yang baik. 5 Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). 6 Memberikan ASI eksklusif pada anak. 7 Memberikan MP-ASI (makanan pendamping ASI) pada bayi mulai dari usia 6 bulan. 8 Mendorong peningkatan aktivitas anak di luar ruangan . 9 Membawa bayi ke Posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya. (Tim Indonesiabaik.id 2019)

Salah satu upaya guna mencegah stunting adalah memantau tumbuh kembang anak dengan membawanya ke Posyandu setiap bulannya. Lantas, apa saja peran Posyandu yang dilakukan untuk mencegah stunting? Posyandu merupakan kepanjangan dari “Pos Pelayanan Terpadu”. Posyandu merupakan salah satu wadah yang digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat, yang mana masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan juga pelayanan KB (Keluarga Berencana). Posyandu juga sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang diselenggarakan dan dikelolala dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan dari Posyandu yakni untuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar guna mempercepat penurunan angkat kematian ibu dan bayi dan juga untuk meningkatkan sekaligung memelihra kesehatan bayi, balita dan pasangan usia subur. (Khoiri 2008)

Dalam Posyandu terdapat kegiatan utama dan kegiatan tambahan (pengembagan), yang mana kegiatan tersebut dapat mencegah stunting, nahh kegiatannya antara lain:

A.    Kegiatan Utama

1.         Kesehatan Ibu dan anak meliputi: Ibu hamil, Ibu nifas dan menyusui, bayi dan anak balita

Pada Ibu hamil pelayanan yang didapatkan ketika posyandu yakni penimbangan BB (berat badan), pemberian tablet besi (Fe), pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kehamilan, pemberian imunisasi Tetanus Toxoid dan jika dalam pemeriksaan ditemukan kelainan maka Ibu hamil segera dirujuk ke Puskesmas terdekat. Tidak hanya itu, bila memungkinkan biasanya kelompok Ibu hamil diberikan penyuluhan mengenai bahaya kehamilan, persiapan persalinan, menyusui, KB (Keluarga Berencana), serta perawatan payudara dan bayi ketika baru lahir dan juga dilakukan senam Ibu hamil.

Pelayanan yang didapatkan oleh Ibu nifas dan menyusui dalam Posyandu antara lain, pemberian vitamin A, pemberian tablet Fe, penyuluhan kesehatan, senam Ibu nifas, dan juga jika menungkinkan maka Ibu nifas mendapatkan pelayanan pemeriksaan payudara, pemeriksaan lochea dan tinggi fundus uteri.

Bayi dan anak balita pelayan yang didapatkan ketika Posyandu meliputi, penimbangan berat badan, penentuan status gizi, penyuluhan mengenai kesehatan bayi dan juga balita, imunisasi, pemberian vitamin A, pengukuran panjang dan tinggi badan, deteksi dini dan tumbuh kembang, jika dalam pemeriksaan kesehatan ditemukan kelainan maka segera dirujuk ke Puskesmas terdekat. (Sari 2018)



Gambar 1 Penimbangan Berat Badan


Gambar 2 Pengukuran Berat Badan

2.    Keluarga Berencana

Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Posyandu adalah dengan memberikan pil KB dan juga kondom. Jika terdapat petugas kesehatan dari Puskesmas terdekat maka dapat dilayani suntik KB dan Konseling Keluarga Berencana .

3.    Imunisasi

Imunisai di Posyandu dilayani oleh petugas puskemas yang bertugas, pelayanan imunisasi ini sesuai dengan program bayi, anak balita dan Ibu hamil. Terdapat beberapa jenis imunisasi, antara lain: DPT, BCG, polio, campak, dan tetanus toxoid.


Gambar 3 Pemberian Imunisasi

4.    Gizi

Pelayan gizi pada Posyandu tidak jauh berbeda dengan pelayanan yang dilakukan pada Ibu hamil, bayi dan anak balita dan juga Ibu nifas. Bentuk Pelayanannya yakni: penimbangan berat badan, pemberian PMT, Pemberian tablet Fe, pemberian vitamin A dan juga penyuluhan gizi.


Gambar 4 Kegiatan PMT

5.    Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta penaganan diare dengan cara penyuluhan tentang diare dan juga pemberian oralit atau dengan laruutan garam.

B.     Kegiatan Pengembangan

Kegiatan Pengembangan dalam Posyandu dilaksanakan pada waktu tertentu dan jika tersedia sumberdaya yang mendukung, kegiatan ini dapat dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan baru seperti: pemberantasan penyakit menular, perbaikan kesehatan lingkungan dan juga berbagai macam program pembangunan masyarakat desa. (Khoiri 2008)

            Apabila menilik dari kegiatan Posyandu diatas dapat disimpulkan jika kegiatan Posyandu merupakan kegiatan yang dapat mengoptimalkan pencegahan stunting dengan berbagai kegiatannya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, bayi dan juga anak balita. Dengan hadir dalam kegiatan Posyandu masyarakat khususnya Ibu hamil, bayi, anak balita dan Ibu nifas dapat melakukan pemeriksaan kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tingi badan, pemberian vitamin dan PMT dan masih banyak lagi. Dengan adanya peran posyandu yakni memberikan penyuluhan dan konseling mengenai kesehatan gizi diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai tumbuh kembang bayi dan pencegahan stunting sehingga tercipta perubahan perilaku yang lebih baik. Ayo dating ke Posyandu setiap satu bulan sekali! Cegah stunting itu penting! Ibu sehat, anak cerdas, keluarga sejahtera!.

 

Daftar Pustaka

Abarca, Roberto Maldonado. 2021. “Tanda Stunting.” Nuevos Sistemas de Comunicación e Información, 2013–15.

Candra MKes(Epid), Dr. Aryu. 2020. Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting. Epidemiologi Stunting. https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrxw_53QaJhPmUA3w_LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzQEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1638052344/RO=10/RU=http%3A%2F%2Feprints.undip.ac.id%2F80670%2F1%2FBuku_EPIDEMIOLOGI_STUNTING_KOMPLIT.pdf/RK=2/RS=BFSY8aq0Lx1bha7MtII8PgwQwYU-.

Khoiri, Ahmad. 2008. “Konsep Posyandu.” Modul Peatihan Sistem Informasi Posyandu 7 (2): 1–26.

https://bloktuban.com/2022/03/24/stunting-di-jatim-23-5-persen-bkkbn-jatim-ajak-kemenag-   tuban-turunkan-angkanya/

https://dispmd.bulelengkab.go.id/informasi/detail/bank_data/pengertian-posyandu-kegiatandefinisi-tujuan-fungsi-manfaat-dan-pelaksanaan-posyandu-33

https://infoanggaran.com/detail/jawa-timur-jadi-kontributor-utama-penurunan-angka-stunting-nasional

https://surabaya.kompas.com/read/2022/03/02/172640078/prevalensi-stunting-di-jatim-tinggi-ini-upaya-bkkbn?page=all

Sari, dkk. 2018. “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Kader Posyandu Tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita.” Hilos Tensados 1: 1–476. http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/758/5/BAB II.pdf.

Tim Indonesiabaik.id. 2019. Bersama Perangi Stunting. Direktorat Jenderal Informasi Dan Komunikasi Publik. http://indonesiabaik.id/public/uploads/post/3444/Booklet-Stunting-09092019.pdf.

 

 

SIAP BAHAGIA - OPTIMALISASI PERAN POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

 


OPTIMALISASI PERAN POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

Oleh: Khoirus Sahro

www.siapbahagia.com (Siap Bahagia)

            Pada tahun 2022, Jawa Timur tercatatat sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevelansi stunting tertinggi di Indonesia. Di Jawa Timur angka stunting masih menduduki 23,5% yang terbilang masih tinggi. Jika dibandingkan dengan angka stunting nasional yang mencapai 27,6%, provinsi jawa timur memiliki angka stunting lebih rendah. Dengan demikian, Hasto Wardoyo selaku kepala BKKBN mengatakan jika Provinsi Jawa Timur dijadikan sebagai kontributor utama dalam upaya penurunan stunting secara nasional. Dalam hal ini salah satu usaha yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Timur yakni dengan pengoptimalisasian peran posyandu.

            Stunting merupakan suatu gangguan yang terjadi pada pertumbuhan anak, gangguan tersebut adalah tinggi badan anak pendek (kerdil) atau lebih rendah yang ditinjau dari standar usianya atau standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006. Stunting dapat dikatakan sebagai kondisi yang serius saat anak tidak mendapatkan asupan makanan yang bergizi dalam waktu yang tepat dan dalam jangka waktu yang lama. (Tim Indonesiabaik.id 2019). Biasanya balita yang terkena stunting tidak mendapatkan asupan makanan yang bergizi sejak dalam kandungan dan masa awal setelah bayi dilahirkan. Namun, anak yang terkena stunting akan terlihat saat balita berusia 2 tahun.

            Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi, stunting tidak hanya disebabkan karena faktor gizi buruk yang dialami oleh balita maupun ibu hamil. Selain faktor tersebut ada beberapa faktor yang meneyebabkan stunting, adalah: 1. Praktek pola asuh yang tidak baik, 2. Minimnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC, Post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas, 3. Terbatasnya akses air bersih dan sanitasi  (Abarca 2021), 4. Status ekonomi, 5. Faktor genetic, 6. Jarak kelahiran, 7. Anemia pada Ibu, 8.Defisiensi  zat gizi (Candra MKes(Epid) 2020)

Adapun ciri-ciri stunting, yakni: tumbuh kembang anak yang melambat, pada usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam dan tidak banyak melakukan eye kontak, wajah si anak terlihat lebih muda dari usianya, dan proses pubertas yang melambat.

 Terdapat dampak jangka panjang dan jangka pendek pada stunting. Dampak jangka panjangnya yaitu prestasi anak dan kemampuan kognitif anak menurun, anak mudah sakit karena kekebalan tubuhnya menurun, memiliki resiko yang tinggi, munculnya berbagai penyakit, yakni: penyakit diabetes, stroke, penyakit jantung dan pembuluh darah, obesitas, dan juga disabilitas atau keterbatasan pada usia tua. Nah, untuk dampak jangka pendeknya antara lain kecerdasan anak berkurang, metabolism dalam tubuh anak mengalami gangguan, perkembangan otaknya terganggu, dan juga pertumbuhan fisik pada anak juga mengalami gangguan.(Tim Indonesiabaik.id 2019)

Lalu, apakah stunting dapat dicegah? Dan bagaimana upaya untuk pencegahan stunting? Tentu saja, terdapat banyak upaya untuk mencegah stunting, stunting dapat dicegah dengan cara:  1 Melakukan perbaikan terhadap pola makan dengan cara pemenuhan asupan gizi seimbang ibu mulai dari masa pra konsepsi (pembuahan) hingga masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yakni ketika bayi berusia 2 tahun 2 Perbaikan pola asuh 3 Perbaikan akses air bersih dan sanitasi 4 Mempersiapkan pernikahan yang baik. 5 Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). 6 Memberikan ASI eksklusif pada anak. 7 Memberikan MP-ASI (makanan pendamping ASI) pada bayi mulai dari usia 6 bulan. 8 Mendorong peningkatan aktivitas anak di luar ruangan . 9 Membawa bayi ke Posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya. (Tim Indonesiabaik.id 2019)

Salah satu upaya guna mencegah stunting adalah memantau tumbuh kembang anak dengan membawanya ke Posyandu setiap bulannya. Lantas, apa saja peran Posyandu yang dilakukan untuk mencegah stunting? Posyandu merupakan kepanjangan dari “Pos Pelayanan Terpadu”. Posyandu merupakan salah satu wadah yang digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat, yang mana masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan juga pelayanan KB (Keluarga Berencana). Posyandu juga sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang diselenggarakan dan dikelolala dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan dari Posyandu yakni untuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar guna mempercepat penurunan angkat kematian ibu dan bayi dan juga untuk meningkatkan sekaligung memelihra kesehatan bayi, balita dan pasangan usia subur. (Khoiri 2008)

Dalam Posyandu terdapat kegiatan utama dan kegiatan tambahan (pengembagan), yang mana kegiatan tersebut dapat mencegah stunting, nahh kegiatannya antara lain:

A.    Kegiatan Utama

1.         Kesehatan Ibu dan anak meliputi: Ibu hamil, Ibu nifas dan menyusui, bayi dan anak balita

Pada Ibu hamil pelayanan yang didapatkan ketika posyandu yakni penimbangan BB (berat badan), pemberian tablet besi (Fe), pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kehamilan, pemberian imunisasi Tetanus Toxoid dan jika dalam pemeriksaan ditemukan kelainan maka Ibu hamil segera dirujuk ke Puskesmas terdekat. Tidak hanya itu, bila memungkinkan biasanya kelompok Ibu hamil diberikan penyuluhan mengenai bahaya kehamilan, persiapan persalinan, menyusui, KB (Keluarga Berencana), serta perawatan payudara dan bayi ketika baru lahir dan juga dilakukan senam Ibu hamil.

Pelayanan yang didapatkan oleh Ibu nifas dan menyusui dalam Posyandu antara lain, pemberian vitamin A, pemberian tablet Fe, penyuluhan kesehatan, senam Ibu nifas, dan juga jika menungkinkan maka Ibu nifas mendapatkan pelayanan pemeriksaan payudara, pemeriksaan lochea dan tinggi fundus uteri.

Bayi dan anak balita pelayan yang didapatkan ketika Posyandu meliputi, penimbangan berat badan, penentuan status gizi, penyuluhan mengenai kesehatan bayi dan juga balita, imunisasi, pemberian vitamin A, pengukuran panjang dan tinggi badan, deteksi dini dan tumbuh kembang, jika dalam pemeriksaan kesehatan ditemukan kelainan maka segera dirujuk ke Puskesmas terdekat. (Sari 2018)

 



Gambar 1 Penimbangan Berat Badan


Gambar 2 Pengukuran Tinggi Badan

2.    Keluarga Berencana

Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Posyandu adalah dengan memberikan pil KB dan juga kondom. Jika terdapat petugas kesehatan dari Puskesmas terdekat maka dapat dilayani suntik KB dan Konseling Keluarga Berencana .

3.    Imunisasi


Gambar 3 Pemberian Imunisasi

    Imunisai di Posyandu dilayani oleh petugas puskemas yang bertugas, pelayanan imunisasi ini sesuai dengan program bayi, anak balita dan Ibu hamil. Terdapat beberapa jenis imunisasi, antara lain: DPT, BCG, polio, campak, dan tetanus toxoid.

4.    Gizi

Pelayan gizi pada Posyandu tidak jauh berbeda dengan pelayanan yang dilakukan pada Ibu hamil, bayi dan anak balita dan juga Ibu nifas. Bentuk Pelayanannya yakni: penimbangan berat badan, pemberian PMT, Pemberian tablet Fe, pemberian vitamin A dan juga penyuluhan gizi.

Gambar 4. Pemberian PMT

5.    Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta penaganan diare dengan cara penyuluhan tentang diare dan juga pemberian oralit atau dengan laruutan garam.

B.     Kegiatan Pengembangan

Kegiatan Pengembangan dalam Posyandu dilaksanakan pada waktu tertentu dan jika tersedia sumberdaya yang mendukung, kegiatan ini dapat dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan baru seperti: pemberantasan penyakit menular, perbaikan kesehatan lingkungan dan juga berbagai macam program pembangunan masyarakat desa. (Khoiri 2008)

            Apabila menilik dari kegiatan Posyandu diatas dapat disimpulkan jika kegiatan Posyandu merupakan kegiatan yang dapat mengoptimalkan pencegahan stunting dengan berbagai kegiatannya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, bayi dan juga anak balita. Dengan hadir dalam kegiatan Posyandu masyarakat khususnya Ibu hamil, bayi, anak balita dan Ibu nifas dapat melakukan pemeriksaan kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tingi badan, pemberian vitamin dan PMT dan masih banyak lagi. Dengan adanya peran posyandu yakni memberikan penyuluhan dan konseling mengenai kesehatan gizi diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai tumbuh kembang bayi dan pencegahan stunting sehingga tercipta perubahan perilaku yang lebih baik. Ayo dating ke Posyandu setiap satu bulan sekali! Cegah stunting itu penting! Ibu sehat, anak cerdas, keluarga sejahtera!.

 

Daftar Pustaka

Abarca, Roberto Maldonado. 2021. “Tanda Stunting.” Nuevos Sistemas de Comunicación e Información, 2013–15.

Candra MKes(Epid), Dr. Aryu. 2020. Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting. Epidemiologi Stunting. https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrxw_53QaJhPmUA3w_LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzQEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1638052344/RO=10/RU=http%3A%2F%2Feprints.undip.ac.id%2F80670%2F1%2FBuku_EPIDEMIOLOGI_STUNTING_KOMPLIT.pdf/RK=2/RS=BFSY8aq0Lx1bha7MtII8PgwQwYU-.

Khoiri, Ahmad. 2008. “Konsep Posyandu.” Modul Peatihan Sistem Informasi Posyandu 7 (2): 1–26.

https://bloktuban.com/2022/03/24/stunting-di-jatim-23-5-persen-bkkbn-jatim-ajak-kemenag-   tuban-turunkan-angkanya/

https://dispmd.bulelengkab.go.id/informasi/detail/bank_data/pengertian-posyandu-kegiatandefinisi-tujuan-fungsi-manfaat-dan-pelaksanaan-posyandu-33

https://infoanggaran.com/detail/jawa-timur-jadi-kontributor-utama-penurunan-angka-stunting-nasional

https://surabaya.kompas.com/read/2022/03/02/172640078/prevalensi-stunting-di-jatim-tinggi-ini-upaya-bkkbn?page=all

Sari, dkk. 2018. “Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Kader Posyandu Tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita.” Hilos Tensados 1: 1–476. http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/758/5/BAB II.pdf.

Tim Indonesiabaik.id. 2019. Bersama Perangi Stunting. Direktorat Jenderal Informasi Dan Komunikasi Publik. http://indonesiabaik.id/public/uploads/post/3444/Booklet-Stunting-09092019.pdf.

 

 

KKN INDONESIA 2023: MENGABDI PENUH KEBERSAMAAN

  Malang, Senin (17/07/23), Komunitas Gubuk Inspirasi kembali mengadakan KKN Indonesia 2023 di Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang bek...